Mengenal Tuhan Dengan Benar - Renungan Kristen
Oleh : Pdt. Raimond Sumaa
Ayat Pokok : Efesus 1:15-19
Dalam ayat 17-18, Rasul Paulus berdoa dan meminta kepada Bapa di sorga :
Supaya IA memberikan Roh hikmat dan wahyu kepada semua orang percaya agar mereka dapat mengenal Tuhan dengan cara yang benar.
Melalui kesetiaan dalam beribadah, berdoa, membaca dan merenungkan Firman Tuhan, kita diajarkan dan dipimpin oleh Roh Kudus supaya kita memiliki pengenalan yang benar akan Tuhan. Yang dimaksud dengan “mengenal” bukan ikut-ikutan, tetapi benar-benar intim dan mengalami Tuhan. Sebab banyak orang percaya yang salah dalam mengenal Tuhan; bahkan mereka yang telah lama ikut Tuhan dan turut ambil bagian dalam pelayananpun masih banyak yang salah dalam memahami bagaimana Tuhan bekerja dalam hidup mereka. Menjadi orang Kristen itu bukan sekedar tahu secara teori tentang Tuhan (Theologia), tetapi sungguh-sungguh mengenalNya dengan benar. Mengenal Tuhan dengan benar hanya dapat tercapai ketika kita sering membangun hubungan dengan Tuhan. Jadi kita tidak bisa mengaku kenal Tuhan jika kita tidak pernah membangun hubungan dengan Tuhan (hubungannya naik-turun). Inilah yang menjadi masalah di banyak orang Kristen, mereka bisa pandai secara theologia dan pelayanan, tetapi kurang dalam membangun hubungan yang dekat dengan Tuhan, sehingga mereka salah mengenal Tuhan.
Matius 15:7-9 mencatat tentang orang-orang yang salah dalam mengenal Tuhan; yaitu orang-orang munafik (orang Farisi dan ahli Taurat), yang memuliakan Tuhan dengan bibirnya padahal hatinya jauh dari pada Tuhan. Mereka beribadah kepada Tuhan tetapi ajaran yang mereka ajarkan adalah perintah manusia. Mereka adalah orang-orang yang pintar secara pengetahuan dan theologia, tetapi kurang dalam membangun hubungan yang dekat dengan Tuhan.
Ayub 42:7 mencatat, Tuhan murka kepada Elifas dan temannya karena mereka tidak berkata benar tentang Tuhan. Antara lain sebagaimana yang dicatat dalam Ayub 22:1-3, Elifas berkata bahwa manusia tidak berguna bagi Allah. Dalam hal ini, Elifas telah salah dalam mengenal Tuhan. Elifas telah menilai bahwa penderitaan yang dialami Ayub disebabkan karena dosanya yang besar, sehingga ia menganjurkan Ayub untuk bertobat. Sepertinya apa yang dianjurkan Elifas kepada Ayub tidak salah, karena orang berdosa memang harus bertobat. Tetapi Elifas tidak memahami bahwa Ayub menderita bukan karena ia berbuat dosa, tetapi karena diijinkan Tuhan. Kita harus berhati-hati, jangan sampai kita salah mengenal Tuhan; sebab jika kita salah mengenal Tuhan, murka Tuhan bisa datang kepada kita.
Demikian juga dalam Ayub 5:17-18, Elifas salah dalam memahami Tuhan; ketika ia menegur Ayub, Elifas menyatakan bahwa Tuhan itu yang melukai, tetapi juga yang membebat; Tuhan yang memukuli, tetapi tangan-Nya yang menyembuhkan pula. Padahal yang benar adalah Tuhan itu penuh kasih sehingga IA tidak pernah melukai atau berbuat jahat kepada orang percaya yang dekat denganNya. Memang Allah bisa menghajar kita seperti seorang bapak menghajar anaknya, tetapi hajaran itu bukan untuk melukai atau menyakiti kita. Jika kita mengenal Tuhan dengan benar, kita akan tahu bahwa Tuhan tidak akan pernah melukai kita. Justru iblislah yang sering melukai kita. Ketika kita dilukai iblis, Tuhanlah yang membebatnya. Perhatikan apa yang Yesus lakukan ketika Yudas mengkhianatiNya atau ketika Petrus menyangkalNya; Yesus tidak membalasnya dengan melukai keduanya, tetapi IA melepaskan pengampunan.
Kita harus belajar dari Ayub, seorang yang mengenal Tuhan dengan benar; sekalipun harus mengalami penderitaan yang berat, tetapi ia tidak pernah menyalahkan Tuhan, ia tidak mengeluh tentang perbuatan Tuhan dalam hidupnya. Mari dorong diri kita untuk mempunyai pengenalan yang benar akan Tuhan, supaya jika terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan, kita tidak kecewa dan menyalahkan Tuhan.
Ibrani 8:10-11 menjelaskan tentang perjanjian baru yang Tuhan adakan kepada bangsa Israel, sehingga mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Tuhan. Hal ini menunjuk tentang Yesus sebagai Firman Hidup yang menjadi rhema dalam hati kita sehingga kita dapat sungguh-sungguh mengenal Tuhan dengan benar.
Supaya IA menjadikan mata hatimu terang.
Jika mata hati kita terang (dicelikkan/dibukakan), kita dapat mengenal Tuhan dengan benar. Contoh :
2 Raja-raja 6:14-18 mencatat, ketika pasukan raja Aram dengan kuda dan kereta mengepung kota Dotan dimana Elisa berada; Gehazi (bujang/pelayan Elisa) menjadi takut dan berkata "Celaka tuanku! Apakah yang akan kita perbuat?" Lalu jawab Elisa kepadanya: "Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka." Kemudian berdoalah Elisa: "Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat." Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa. Kisah ini memberi gambaran bahwa orang yang belum mengenal Tuhan dengan benar (seperti Gehazi), akan mudah ketakutan, panik, dan tidak tenang ketika melihat ancaman datang. Sebaliknya, orang yang mengenal Tuhan dengan benar (seperti Elisa), akan tenang menghadapi segala sesuatu, ia percaya pada penyertaan dan pembelaan Tuhan. Jika kita termasuk golongan orang yang mudah panik dan tidak tenang ketika masalah datang, mari berdoa minta Tuhan menerangi mata hati kita, supaya kita dapat melihat Tuhan yang jauh lebih besar daripada setiap masalah yang kita hadapi. Setelah mata hati Gehazi dibukakan, ia dapat melihat bahwa Tuhan menyediakan pasukan sorga untuk berperang bagi mereka. Ketika mata hati kita dicelikkan, kita akan diam (tenang / tidak panik) dan melihat bagaimana Tuhan berperang ganti kita. Sebagaimana Tuhan membuat pagar sekeliling pada rumah Ayub dan segala yang dimilikinya (Ayub 1:6-10), demikianlah Tuhan memagari dan melindungi kehidupan setiap orang percaya, namun hanya orang percaya yang telah mengenal Tuhan dengan benar yang mampu melihat pagar perlindungan itu.
Ayub 42:5 mencatat sebelum keadaan Ayub dipulihkan (artinya Ayub masih dalam penderitaan berat), Ayub mengakui bahwa pengalaman terindah dalam hidupnya bukan mendengar tentang Tuhan dari kata orang saja, tetapi ketika mata hatinya sendiri memandang Tuhan. Orang yang mengenal Tuhan dengan benar, adalah orang yang mengenal karena memiliki pengalaman yang intim dengan Tuhan, bukan karena mendengar dari pengalaman orang lain saja. Pengalaman yang indah bersama Tuhan akan menguatkan hubungan kita dengan Tuhan sehingga kita benar-benar mengenal pribadiNya. Untuk itu, mari bangun kerohanian dengan dasar karena kita benar-benar mengalami Tuhan. Apapun keadaan yang kita alami (dalam kesulitan/penderitaan sekalipun), mata rohani kita harus tetap memandang Tuhan; bahwa rencana Tuhan pasti jauh lebih indah dibandingkan dengan kenyataan hidup yang sedang kita hadapi hari-hari ini.
Yohanes 4:39-42 mencatat, setelah berjumpa Yesus dan hidupnya dipulihkan (mata rohaninya dicelikkan), seorang perempuan Samaria bersaksi kepada banyak orang tentang bagaimana Yesus dapat mengetahui segala sesuatu yang telah ia perbuat. Lalu orang banyak itu meminta Yesus untuk tinggal dan mengajar mereka, sehingga semakin banyak orang yang menjadi percaya. Perhatikan apa yang diucapkan orang banyak kepada perempuan Samaria itu: "Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia." Ketika mereka melihat dan mendengar secara langsung perkataan Yesus, banyak orang Samaria yang mata hatinya dicelikkan, mereka mengakui bahwa Yesus benar-benar Juruselamat dunia. Ketika mata hati kita dicelikkan Tuhan, maka iman percaya kita semakin diteguhkan; dan kita akan bersukacita karena IA memberi keselamatan kepada kita.
Kisah Para Rasul 27:10-36 mencatat, dalam perkara banding ke Roma, Paulus dan tahanan lainnya diserahkan kepada perwira pasukan Kaisar untuk dibawa berlayar menuju Roma. Sebagai orang yang telah mengenal Tuhan dengan benar, Paulus diberi penglihatan tentang kesukaran yang akan dihadapi dalam pelayaran mereka. Namun, perwira itu lebih percaya kepada juru mudi dan nahkoda daripada perkataan Paulus. Ketika kapal itu dilanda angin badai yang besar, kapal itu kandas dan mereka terombang-ambing di lautan selama 14 hari tanpa makan. Menyadari hal itu, Paulus menasehati mereka untuk makan demi keselamatan masing-masing dan ia menegaskan bahwa tidak seorangpun di antara mereka akan kehilangan sehelai rambutpun dari kepalanya. Mengapa Paulus bisa yakin mengatakan hal ini kepada mereka? Karena mata hati Paulus sudah diterangi Tuhan. Ketika mata hati kita diterangi oleh Tuhan, kita akan yakin bahwa tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan Tuhan; sebab kita tahu betapa hebat kuasaNya bagi kita yang percaya.
Matius 5:8 Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Bagaimana hati kita bisa suci? Kita harus minta kepada Tuhan untuk mencelikkan mata rohani kita.
Haleluya. Tuhan Yesus memberkati kita semua.

Belum ada Komentar untuk "Mengenal Tuhan Dengan Benar - Renungan Kristen"
Posting Komentar